Dunia Kita,setiap orang tua pasti mendambakan buah hatinya selalu sehat, ceria dan lucu. Kita sebagai orang tua pasti akan merasa sedih apabila buah hati kita sakit. Tentu kita akan bingung, cemas, khawatir, dan pokoknya pikiran kita tidak karuan.
Bagi ibu-ibu atau orang tua yang buah hatinya sedang mengalami sakit tentunya harus ada langkah-langkah yang harus diambil oleh orang tua agar buah hatinya segera sembuh. Ketika bayi kita sakit biasanya bayi akan lebih rewel dari biasanya karena ini sebagai reaksi sang bayi yang sedang merasakan sakit. Bayangkan misalnya ketika bayi kita sedang pilek mata terasa berat tentu ini akan membuat bayi tidak nyaman.
Berikut langkah-langkah yang dapat diambil ketika anak kita sedang sakit. Langkah ini hanya sebagai panduan atau alternatif bagi ibu untuk menghindari bahaya yang lebih besar bagi buah hati kita yang sedang sakit.
1. Jangan panik.
Kepanikan orang tua khususnya ibu dapat berpengaruh pada emosional sang buah hati, sehingga bayi akan bertambah rewel. Kepanikan juga dapat mempengaruhi tindakan-tindakan yang akan diambil dalam menangani bayi yang sedang sakit sehingga dalam mengambil keputusan akan menjadi ragu dan tidak tepat. Misalnya jika bayi sedang diare, suhu badan tinggi, bila tidak panik maka ibu dapat mengamati jumlah air seni, atau kondisi tinja bayi dengan cermat. Namun karena panik ibu dapat menjadi salah perhitungan dan kurang dalam memberikan ASI sehingga bayi akan mengalami dehidrasi berat. Tentu kondisi ini sangat berbahaya bagi bayi.
2. Minta bantuan orang lain
Dengan bantuan orang lain maka ibu akan lebih fokus menangani bayi dan dapat mengambil keputusan yang tepa kapan ibu akan membawa sang buah hati ke dokter. Ibu sangat membutuhkan patner untuk menangani sang buah hati yang sedang sakit dalam menjaga bayi atau dalam bergantian untuk istirahat. ini sangat penting agar kesehatan ibu tetap terjaga. Bayangkan jika anak sakit ibunya juga sakit, pasti kita akan merasakan sangat sedih.
3. Berikan Kenyamanan pada bayi.
Jika bayi lagi sakit maka yang segera harus diberikan kepada bayi adalah rasa nyaman agar bayi mudah tertidur atau beristirahat. Langkah ini misalnya dengan menggendong bayi lebih-lebih gendongan yang melibatkan sentuhan. Pada bayi yang sedang demam sebaiknya bayi digendong sedemikian rupa hingga kulit bayi dapat bersentuhan dengan kulit ibu agar panas bayi dapat berpindah atau berkurang melalui kulit ibu. Jika bayi tertidur maka segera baringkan di tempat tidur agar bayi dapat tidur dengan nyaman, sehingga akan mempercepat pemulihan.
4. Perhatikan suhu kamar
Aturlah sirkulasi udara kamar agar suhu kamar sesuai dengan kenyamanan bayi.Taruhlah alat pengukur suhu kamar di dinding kamar agar dengan mudah mengetahui suhu kamar bayi. Jika kamar bayi menggunakan pendingin ruangan aturlah suhu kisaran 22-26 derajat celesius dengan kelembaban antara 65-95 %, karena suhu ruangan yang nyaman akan mempermudah tubuh untuk lebih gencar mengeluarkan panas dengan tujuan untuk menyesuaikan diri.
5. Kenakan pakaian yang nyaman
Nyaman memiliki arti memberikan keleluasaan pada bayi(tidak ketat, tidak mengganggu pernafasan, dan tidak mengikat) dan bahannya dapat menyerap keringat. Juga jangan terlau terbuka yang penting dapat memungkinkan keringat menguap dengan baik.
6. Hindari bepergian
Pada saat bayi sedang sakit maka daya tahan tubuh bayi sangat rendah sehingga bayi akan rentan terhadap sakit apapun. Pada keadaan ini hindari bepergian agar bayi lebih banyak tidur dan tidak banyak mengeluarkan energi.
7. Tetap mengajak beraktifitas
Jika bayi tidak mengantuk ajaklah bayi untuk tetap beraktivitas tetapi tidak boleh aktivitas yang banyak mengeluarkan energi.Aktivitas yang dilakukan misalnya bernyanyi, bercerita. tepuk tangan, mendongeng.Aktivitas sederhana tersebut dapat dilakukan di tempat tidur atau di sofa. Berpindah ke ruangan lain yang memiliki sirkulasi udara yang baik juga dimungkinkan agar bayi tidak merasa jenuh.
8. Bayi tak perlu diisolasi
Ketika bayi sedang sakit dan dikhawatirkan akan menular maka bayi tidak sepenuhnya harus diisolasi. Kita bisa mengambil langkah bijaksana dengan memberikan/meningkatkan daya tahan tubuh saudara-saudaranya agar tidak tertular. Memisahkan bayi dengan saudara-saudaranya kadang malah akan membuat bayi kurang nyaman karena kebiasaan berkomunikasi dengan orang-orang sekitar akan terganggu.
Tubuh memiliki sensor dalam menaikkan suhu tubuh pada saat melakukan reaksi dengan suatu penyakit, Namun ada bayi yang berusia kurang dari 3 bulan tidak menunjukkan demam saat sakit. Hal ini erat kaitannya dengan sensor yang dimiliki bayi tersebut. Untuk itu orang tua harus melakukan pengamatan dan mencermati gejala-gejala lain, seperti :
a. Bayi minum ASI tidak seperti biasanya, dapat berkurang atau sangat banyak
b. Nafsu makan berkurang
c. Tampak lemas tidak banyak beraktivitas
d. Sorot mata nampak lesu dan tidak bersemangat.
e. Cermati perubahan fisik misalnya warna kulit
f. Cermati BAB dan BAK, apakah normal dan lancar.





0 Response to "8 Aturan Ketika Bayi Sakit"
Posting Komentar