Ketika Bayi Kita Ditinggal



Semua bayi akan mengalami rasa takut ketika ditinggalkan oleh orang-orang terdekatnya. Apalagi saat bayi berusia 6 bulan. Sebab pada usia enam bulan ini mulailah muncul rasa takut kehilangan pada bayi kita. Hal ini ada kaitanya dengan perkembangan bayi yang mulai dapat mengenali orang-orang disekitarnya dan juga perkembangan emosi yang sejak usia 4 bulan mulai muncul.

Pada usia ini bayi akan menangis jika melihat di sekelilingnya tidak ada ibunya atau orang dekat lainnya. Perkembangan munculnya rasa takut ini akan berkembang sampai pada usia 18 bulan. Perkembangan ini juga diikuti oleh perkembangan emosional yang akan lebih berani tergantung bagaimana cara orang tua dan orang-orang di sekitarnya menanggapinya. Tangisan anak bertambah umur akan semakin berkurang. Hal hal yang perlu dilakukan untuk menyiasati agar bayi tidak menangis ketika di tinggal adalah sebagai berikut:

1. Mengajak cilukba

Ketika bayi di tinggal pergi dan bayi sering menangis maka yang perlu dilakukan adalah memberikan latihan- latihan pada bayi salah satunya adalah mengajak cilukba. 

Ketika bayi menginjak usia tiga bulan  bayi sudah memiliki kemampuan untuk melakukan permainan-permainan sederhana misalnya tepuk tangan. sembunyikan wajah dibalik jari-jari tangan tahan selam beberapa detik kemudian munculkan wajah sambil mengucapkan ciluuuuuk ......baaaa ini bunda. Bunda disini. Tak perlu takut bayi tidak akan memahami permainan ini. Bayi juga belum paham dengan apa yang anda ucapkan, namun bayi akan tahu bahwa ketika ibunda-nya menghilang kelak pasti akan kembali. Cara lain adalah dengan menggunakan selimut tahan wajah anda dibalik selimut tahan beberapa detik dan kemudian buka selimut dan ucapkan cilukba pada bayi anda. sambil katakan "Bunda disini..." "Bunda sudah kembali" begitu seterusnya.

Media-media untuk bermain cilukba dengan bayi adalah sangat banyak. misalnya di balik pintu, dibalik seseorang yang ada di dekatnya dibalik kakaknya dan seterusnya. Jelasnya latihan ini seiring tumbuhnya perkembangan mental bayi akan mengerti bahwa ia di tinggal ibunya dan pasti ibunya akan kembali. Latihan ini semakin lama semakin jauh jaraknya dari bayi . Misalnya awalnya hanya dengan tangan di depan si bayi lama-lama di dekat pintu kamar , di kamar lain dan seterusnya.

2. Bermain petak umpet

dari latihan cilukba yang sering kita lakukan maka sudah barang tentu akan melatih bayi untuk lebih tegar dan lebih berani. Permainan ini dilanjutkan dengan permainan petak umpet. Tinggalkan bayi dalam 2-3 menit di ruangan yang berbeda atau bersembunyi di balik tirai. Cermati kondisi bayi gelisah atau tidak. Jika bayi menangis segera hampiri  bayi anda atau teriaklah bahwa anda ada di ruang sebelah. jika masih tetap menangis segeralah kembali pada bayi anda. Dari kegiatan ini meski bayi tidak melihat anda bayi mengerti bahwa anda masih berada di sekitar bayi dan tidak meninggalkan bayi.Permainan ini setidaknya akan membentuk rasa aman pada bayi terhadap lingkungan dan orang tuanya.Lakukan permainan ini sesering mungkin agar bayi anda akan lebih cepat memahami kondisi dimana jika ia ditinggalkan.

3. Berpamitan

Setelah permainan cilukba ,petak umpet sering kita lakukan maka pertumbuhan mental bayi akan tumbuh sesuai usianya dan akan dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Langkah berikutnya untuk menumbuh-kembangkan kepercayaan diri dan keberanian diri bayi adalah ketika anda meninggalkan bayi dalam waktu yang relatif lama maka yang harus anda lakukan adalah membiasakan berpamitan kepada bayi anda. Misalnya anda mandi, memasak di dapur, pergi ke kantor, ke pasar dan lain-lain. Jelaskan kemana anda pergi. berapa lama anda pergi, dan apa yang hendak anda lakukan. Jangan lupa anda menegaskan bahwa anda akan kembali. Berikan ciuman kasih sayang lambaikan tangan dan jangan memalingkan muka teruslah melangkah dan yakinlah bahwa ia baik-baik saja dengan orang yang menjaganya.

Anda harus yakin dengan cara yang anda terapkan. Jika anda merasa tidak tega dan mencoba untuk kembali biasanya bayi anda malah akan menangis. Hasil percobaan ini biasanya hasilnya tidak kelihatan dalam sekejap. Jika masih menangis maka coba cari penyebab lain, mungkin bayi anda sedang sakit, atau sedang tidak nyaman. Misalnya popoknya basah atau tidak nyaman karena cuaca. Tapi kalau menangis karena rasa kehilangan biasanya dapat diredakan dengan mengalihkan perhatian.
Ajaklah ia melakukan permainan yang dapat menarik perhatiannya misalnya ke taman, atau diberikan mainan-mainan yang menarik baginya yang berwarna-warni, bunyi-bunyian dan lain-lain.



Jika masih saja menangis padahal kondisi fisiknya baik-baik saja maka kemungkinan yang terjadi adalah memang ia memiliki masalah yang berkaitan dengan rasa aman dan masalah kepercayaan dengan lingkungannya. Jika demikian anda harus cermat dan memperhatikan apakah pendamping bayi selama anda tidak dirumah melaksanakan tugasnya dengan baik dan ramah. Amati seditail mungkin agar anda dapat benar - benar menemukan solusi bagi anak anda. Jika memang anak anda masih saja tidak nyaman akan rasa aman maka usahakan untuk dapat mendampingi anak anda setiap saat. 

Ketika bayi anda nyaman bersama anda dan tidak nyaman dengan pendampingnya di rumah maka ada masalah pada pendamping bayi anda. Jika ini terjadi maka sesegera mungkin memberikan solusi pada pendamping bayi anda untuk lebih sigap mungkin karena sering ditinggal, atau popok basah tidak segera di ganti dan tentunya masih banyak lagi. Berikan penjelasan kepada pendamping bayi anda untuk terus menjaga bayi anda kapanpun bayi anda membutuhkan. Dengan perlakuan yang intensif hati-hati dan penuh perhatian maka akan muncul rasa aman pada bayi anda. 

Related Posts:

0 Response to "Ketika Bayi Kita Ditinggal"

Posting Komentar